41.04 F
New York
November 24, 2020
Jurnal Reformasi

Dugaan Adanya Salahsatu Puskesmas di Probolinggo yang Memaksa Pasiennya di Positifkan Corona

PROBOLINGGO//Jurnalreformasi.info – Covid-19 memang saat ini belum berakhir terlebih di Indonesia. Keadaan demikian kuat dugaan akan memberi celah dan kesempatan bagi oknum praktisi kesehatan untuk bermain-main dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 ini.

Pada awal bulan Juli 2020 ada salah satu warga Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, mengadu kepada salah satu tim media Jurnal Reformasi, berikut ini pengaduannya nama inisialnya HW, pada saat HW di opname di salahsatu Puskesmas Paiton lantaran sakit  diare, akibatnya menurut hasil keterangan petugas Puskesmas Paiton HW trombositnya turun bahkan tidak kunjung naik.

Diwaktu bersamaan anak gadisnya yang bungsupun sakitnya  diare. Kemudian HW bersama istrinya terkejut lantaran ada pernyataan dari salah satu petugas Puskesmas Paiton setelah diambil sample darah anak gadisnya HW itu hasilnya positif terkena Corona.

Kemudian si anak gadis ini dibawalah ke RS. Waluyo Jati Kraksaan untuk ditangani lebih lanjut dengan alasan sudah ditelphon sama dokter yang ada di RS. Waluyo Jati Kraksaan dan sedikit janggal pakaian petugas perawatnyapun yang ikut didalam satu mobil ambulance dari Puskesmas Paiton menuju RS. Waluyo Jati Kraksaan lengkap berpakaian Alat Pelindung Diri (APD).

Alhasil, setibanya anak gadis HW beserta ibunya di RS. Waluyo Jati Kraksaan ternyata si anaknya sehat-sehat saja tidak ada gejala atau tanda-tanda terkena virus Corona bahkan dokter yang ada diruang isolasi memarahi perawat yang membawa anak gadisnya HW dan menyuruhnya pulang.

Tim media Jurnal Reformasi Probolinggo merasa kesulitan untuk menemui Kepala Puskesmas Paiton dengan tujuan untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi terkait permasalahan ini sehingga sampai berita ini diorbitkan belum bisa ditemui.

Tim media Jurnal Reformasi Probolinggo juga tidak diperkenankan ketika meminta nomor telfon Kepala Puskesmas dengan alasan klasik dan tidak masuk akal, sebab Kepala Puskesmas Paiton saat ini merupakan pejabat publik yang seharusnya mengedepankan pelayanan bukan mengedepankan intervensi terhadap bawahan.

(Kabiro Probolinggo – JR)

Related posts

Polsek Banjar Agung Tangkap Tiga Pelaku Yang Sedang Asyik Pesta Narkotika

Redaksi

Pelaku Penusukan di Pekon Sinar Saudara
di Tangkap Polsek Wonosobo

Redaksi

1 comment

Sy Juli 31, 2020 at 12:30 am

Oknum itu suka banget mainnya sdangkan yg d mainkan bisa² d brhentikan kerja krena takut trtular🤦🏼‍♂️🤦🏼‍♂️

Reply

Leave a Comment